Rabu, 29 Oktober 2014

Maafku

Ketika embun sudah tidak membasahi pagi
Dan disaat itulah kehidupan kota mulai ramai
Adakah terlintas di benak untuk beristirahat dari kegaduhan
Inginkan sejenak melepas lelah dengan pemadangan alam

Kata demi kata terangkai menjadi satu dalam tulisan
Tak bersuara dan tak tersentuh oleh jemari
Hanya tulisan dan ungkapan semata
Untuk pencapaian maaf atas segala perlakuan

Jika esok atau lusa umur tiada lama
Maka sebelumnya aku tlah tuturkan maksud tujuan
Manusia makhluk berdosa
Hanya bisa meminta dan memaafkan

Di sisi ini bumi menjadi sangat kelam
karena tidak ada yang mampu mengira
bahwa alam dan isinya akan murka
Maafkan lah hai kawan , Kawan dan teman

Prasangka buruk harusnya tak kan menyelimuti lagi
Karena kita semua adalah sejiwa
Jiwa yang tak bergantung pada satu orang
Jiwa yang melepas tawa bersama ria

Izinkan bercanda ria kembali dalam keharmonisan
Bercengkrama dalam hiruk keramaian
dan Bersahabat bagai kepompong
Untuk dunia serta kehidupan yang tenang

Jangan biarkan bara api terus menyala dan menghabiskan segalanya
Jiwa fikiran dan hati pada  dasarnya mudah dan bisa
Maafku tak bertuan ,Hanya memori dan kejadian lama yg mungkin harus engkau lupakan
Agar semua kembali sedia kala


@encih19

SEKIAN



Tidak ada komentar:

Posting Komentar